Repost status 30 Agustus 2015
Ternyata temanku yang biasanya produksi tas sendiri sudah lama konveksinya tutup, sekarang tiap bulan ke Guang zho import berkontainer - kontainer tas, harganya jauh lebih murah jika dibanding produksi sendiri, "kasihan amat negri ini bisanya menjual tapi tak bisa produksi sendiri, terus karyawanya pada kemana ya ?" Batinku
2 Komentar
13 Toko Kebaya Tanah Abang, Ustad Edi, dan 11 lainny
13 Toko Kebaya Tanah Abang, Ustad Edi, dan 11 lainny
Komentar..
Rizal Aziz.
Rizal Azis Kondisi spt yg bapak sebut itu sudah lama berlangsung pak...sejak dihapuskannya beamasuk dr tiongkok nah sejak itulah usaha konveksi,garmen,pecah belah kita sudah kalah harga dg produk tiongkok..padahal jika diuji kwalitasnya..produk kita lebih unggul...sekali lagi semua tergantung pemerintah mau tidak melindungi industri kita.Dg naiknya tarif listrik satu jenis saja sudah membunuh usaha kecil kita.
Batal Suka · Balas · 2 · 30 Oktober 2015 pukul 12:58
Rizal Azis Kondisi spt yg bapak sebut itu sudah lama berlangsung pak...sejak dihapuskannya beamasuk dr tiongkok nah sejak itulah usaha konveksi,garmen,pecah belah kita sudah kalah harga dg produk tiongkok..padahal jika diuji kwalitasnya..produk kita lebih unggul...sekali lagi semua tergantung pemerintah mau tidak melindungi industri kita.Dg naiknya tarif listrik satu jenis saja sudah membunuh usaha kecil kita.
Batal Suka · Balas · 2 · 30 Oktober 2015 pukul 12:58
Khoe Seng Seng.
Khoe Seng Seng Setahu saya produk Indonesia masih jauh lebih baik dari produk Cina seperti produk textile jika dibandingkan produk textile Indonesia kwalitasnya jauh lebih bagus dibandingkan dengan produk textile Cina (pedagang Textile di Tanah Abang yang bicara), berhubung masyarakat disini (konsumen) inginnya murah dan melihat barang (Indonesia dan cina) yang kasat mata seolah-olah sama (padahal mutunya berbeda), mereka akhirnya membeli produk Cina yang harganya jauh beda dengan produk Indonesia. Inilah yang menyebabkan banyak pengusaha akhirnya gulung tikar dan menutup usahanya. Dan yang masih punya dana mengalihkan usahanya jadi pedagang bukan lagi sebagai produsen. Menangnya pengusaha Cina menurut saya hanya pada ongkos tenaga kerja yang sangat murah. Kenapa ongkos tenaga kerja bisa murah? karena biaya hidup di Cina terutama di pinggiran kota sangat murah (kebutuhan hidup sehari-hari untuk makan dan minum sangat murah). Saya pernah ke Cina sekitar tahun 2002 dan saya tanya ternyata buruh disana sangat murah hanya sekitar 300 ribu sebulan sementara di Indonesia sekitar 1 juta dan uang 300 ribu ini bisa menghidupi satu keluarga (orang tua dan seorang anak). Makanan di Cina sangat murah hanya dengan uang 3000 bisa makan kenyang dan lumayan enak menurut saya. Inilah juga salah satu faktor yang menyebabkan harga produk Cina bisa murah sementara di Indonesia pada saat itu sulit menandingi biaya tenaga kerja karena biaya hidup di Indonesia pada waktu itu juga sangat tinggi. Dan masih ada lagi penyebab yang lain yang membuat harga produk disini lebih mahal dari produk di Cina yang membuat pabrik disini banyak yang tutup dan pemilik yang masih punya modal beralih usaha menjadi pedagang. Inilah yang saya tahu.
Khoe Seng Seng Setahu saya produk Indonesia masih jauh lebih baik dari produk Cina seperti produk textile jika dibandingkan produk textile Indonesia kwalitasnya jauh lebih bagus dibandingkan dengan produk textile Cina (pedagang Textile di Tanah Abang yang bicara), berhubung masyarakat disini (konsumen) inginnya murah dan melihat barang (Indonesia dan cina) yang kasat mata seolah-olah sama (padahal mutunya berbeda), mereka akhirnya membeli produk Cina yang harganya jauh beda dengan produk Indonesia. Inilah yang menyebabkan banyak pengusaha akhirnya gulung tikar dan menutup usahanya. Dan yang masih punya dana mengalihkan usahanya jadi pedagang bukan lagi sebagai produsen. Menangnya pengusaha Cina menurut saya hanya pada ongkos tenaga kerja yang sangat murah. Kenapa ongkos tenaga kerja bisa murah? karena biaya hidup di Cina terutama di pinggiran kota sangat murah (kebutuhan hidup sehari-hari untuk makan dan minum sangat murah). Saya pernah ke Cina sekitar tahun 2002 dan saya tanya ternyata buruh disana sangat murah hanya sekitar 300 ribu sebulan sementara di Indonesia sekitar 1 juta dan uang 300 ribu ini bisa menghidupi satu keluarga (orang tua dan seorang anak). Makanan di Cina sangat murah hanya dengan uang 3000 bisa makan kenyang dan lumayan enak menurut saya. Inilah juga salah satu faktor yang menyebabkan harga produk Cina bisa murah sementara di Indonesia pada saat itu sulit menandingi biaya tenaga kerja karena biaya hidup di Indonesia pada waktu itu juga sangat tinggi. Dan masih ada lagi penyebab yang lain yang membuat harga produk disini lebih mahal dari produk di Cina yang membuat pabrik disini banyak yang tutup dan pemilik yang masih punya modal beralih usaha menjadi pedagang. Inilah yang saya tahu.




