Rabu, 08 November 2017

Dusta - Hoax




Media Penyebar Dusta (hoax)
Begitulah kelakuan media penista
Tak pernah berubah
Membolak-balikan fakta 
Menyebar fitnah dan dusta
Memecah-belah
Serta bikin resah
Tak peduli dengan dosa
Kadang di luar logika
Membuat kita-kita
Sebagai jelata ngurut dada
Maklumi aja
Ambil hikmahnya
Tentu akan membuat kita lebih
Bijaksana
Selanjutnya tak mudah percaya

Senin, 31 Juli 2017

Penyebab Gagal Sejahtera

Berdasarkan pengalaman beberapa negara, ada beberapa hal yang menjadi penyebab kegagalan suatu negara menaikan taraf kesejahteraan hidup rakyatnya al :
1. Praktek korupsi dan kolusi yang dilakukan secara sistematis dan masive.
2. Tidak terjaminnya keamanan untuk semua kalangan, sehingga rakyat tidak dapat bekerja dan berusaha dengan nyaman.
3. Tidak adanya kepastian hukum, sehingga orang ragu untuk berbisnis dan berinvestasi di negara tersebut, ini berlaku tidak saja pada warga negara atau perusahaan asing tapi juga berlaku pada warga negaranya sendiri.
4. Kesalahan penyelengara negara dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan kemakmuran rakyatnya, al :
i. Salah dalam menentukan skala prioritas pembangunan infrastruktur yang banyak menguras dana.
ii. Tidak sabar dan terlalu mengandalkan hutang LN untuk membiayai operasional negara, termasuk untuk pembangunan infrastrukturnya.
iii. Gagal mendidik dan menyokong rakyatnya piawai dalam berbisnis

Minggu, 30 Juli 2017

Pasar


Pada dasarnya emang bisnis itu merupakan aktivitas duniawi, ada penjual produk atau jasa dan ada pembeli produck atau pemakai jasa. Sedangkan lokasi terjadinya transaksi disebut pasar, pasar pada saat ini tidak melulu seperti pasar yang biasa kita lihat , pasar bisa juga beradanya di dunia tak nyata alias berada di dunia maya atau dunia palsu. Ada beberapa strategi untuk memasuki pasar : bisa mengikuti trend yang ada atau kita yang membuat trend tsb, dengan kata lain kita yang menciptakan pasar, contohnya : beberapa medsos berhasil merubah perilaku konsumen atau yang sadisnya lagi : Amerika sebagai produsen senjata selalu membuat perang di berbagai penjuru dunia dengan tujuan agar tercipta kebutuhan dunia akan berbagai senjata dan negara adidaya tsb tinggal jual senjata-senjata tsb pada negara-negara yang berhasil dikadali mereka.Negara2 Arab itu emang di dorong si Trump untuk borong senjata buatan Amerika, dengan tujuan agar rakyat Amerika bisa punya pekerjaan

Kamis, 27 Juli 2017

Musibah

Musibah
Allah takkan memberi musibah di luar kemampuan umatnya, musibah yang paling besar adalah musibah agama yang menimpa umat al :
1. Mengabaikan ajaran agama, yang haram dibilang halal, akibatnya, musim akan tidak beraturan, musim hujan di waktu kemarau dsb
2. Zina meraja lela maka penyakit menular akan mewabah
3. Pedagang atau pengusaha yang curang, maka kemiskinan akan akan ada dimana-mana
4. Pemimpin yang zolim, maka negri tsb akan dikuasai asing dan hasil alamnya akan dibawa ke negri mereka
5. Para ustat dan ulama tidak lagi membela kebenaran, akan terjadi perpecahan diantara umat Islam itu sendiri, mereka akan saling menghancurkan, dan musibah inilah yang paling berbahaya

Kamis, 29 Juni 2017

Rahasi Allah SWT

Rahasia Allah, semua ciptaan NYA ada gunanya, termasuk setan dan iblis, alkisah setelah berhasil menguasai seluruh hewan dan jin, nabi Sulaiman as menyampaikan keinginannya untuk memenjarakan semua setan dan iblis, dengan alasan mereka itu mahkluk yang tak berguna, pada sama sekali awalnya Allah SWT tak mengabulkan permohonan nabi Sulaiman as tsb, "tidak ada kebaikan dengan memenjarakan mereka sama sekali" jawab Allah SWT, tanpa bosan nabi Sulaiman terus berdoa memohon agar segera dikabulkan permintaanya untuk memenjarakan semua setan dan iblis, akhirnya Allah mengabulkan permintaan tsb dengan syarat hanya untuk beberapa hari. Setelah semua setan dan iblis ditangkap dan dirantai, keesokan harinya nabi menyuruh stafnya untuk berjualan ke pasar, betapa kagetnya staf nabi tsb, tiada seorangpun yang dia ditemui, semua toko tutup, esok harinya hal yang sama dia temuinya lagi, pasar yang sepi tanpa seoranngpun yang muncul, selidik punya selidik semua pedagang dan orang-orang rupanya memilih tidak melakukan aktivitas keduniaan sama sekali, semua toko tutup, mereka sibuk beribadah di mesjid-mesjid dan merenung saat-saat kematian nanti. Akhirnya nabipun paham dan melepas semua setan dan iblis, kehidupan manusia kembali normal seperti biasanya lagi

Waktu

Hal yang paling mahal dan berharga di dunia ini adalah waktu, orang yang tidak punya waktu untuk belajar, beribadah, berekreasi ataupun bersosialisasi termasuk mengunjungi kerabat dan teman-temannya sebetulnya termasuk golongan orang-orang miskin, masuk akal juga demi kebutuhan perut dia terpaksa mengabaikan kebutuhan untuk melakukan hal-hal lain yang dapat membuat hidupnya lebih bewarna dan bermakna, semua harus dilakukannya sendiri agar dia bisa mendapatkan hasil yang memadai (uang). Sementara ada sebagian orang karena kemampuan keuangannya dapat membeli waktu orang lain guna meringankan beban kerjanya, karena kemampuan finansialnya dia bisa memperkerjakan beberapa pegawai untuk membantunya membereskan segala urusannya, inilah yang disebut dengan "usahanya jalan, kitanya jalan-jalan". Golongan pertama jumlahnya sangat banyak di Jakarta dan golongan kedua hanya ada segelitir, celakanya dari yang segelitir ini, hanya ada sedikit yang mengunakan kelebihan waktunya, dia gunakan untuk bersosialisasi, terutama sosialisasi lintas golongan

Selasa, 16 Mei 2017

Sudahlah

Sudahlah
sudahlah bro
Sudahlah sist
Biarkalah sang masa depan 
Menata dirinya tanpa hambatan
Kita semua sudah capek
Kita semua sudah bosan
Kita semua jenuh
dengan semua kesemrautan ini
Kita semua ingin hidup yang lebih damai
Kita semua ingin hidup yang lebih tenamg
Tak ada gunanya semua pesta-pesta atau apalah.......
Tak ada gunanya semua protas-prates
Toh sang pemilik wilayah sudah menentukan pilihannya
Toh sang pemilik kebenaran telah mengambil sikap
Bahkan sejuta bunga pun
Sejuta balonpun
Sejuta lilin
Segala tangisan,raungan, rengekan,
Bahkan sejuta teriakan pun
Takan bisa merubahnya lagi

Selasa, 04 April 2017

Marketing & Salesmenship

Marketing kalau dalam meliter merupakan stategi besar yang dirancang oleh seorang panglima dalam usahannya untuk meraih keuntungan (meliter) dengan perang atau tanpa melakukan perang sama sekali (negosiasi), sedangkan keterampilan salesmenship atau keterampilan berdagang merupakan keterampilan dasar yang mesti dimiliki seorang salesmen agar memenangi setiap transaksi yang dilakukannya, kalau dalam meliter ya... Semacam taktik tertentu (keterampilan dasar) yang diterapkan komandan lapangan agar sukses disetiap pertempuran yang dihadapi pasukanya, tidak begitu banyak anggotanya yang tewas dsb ....

Sabtu, 01 April 2017

Liberal Radikal

Bahaya laten liberal radikal, mengancam kebinekaan dan ketentraman kehidupan bernegara

Polisi Cepek

Fenomena polisi cepek atau polisi swasta(*) mungkin bisa menjelaskan kenapa masyarakat kita gampang sekali disogok para politikus busuk agar mau mendukung atau memilih dia waktu pemilihan umum, walaupun sudah jelas-jelas sang politikus tsb tidalah jujur dan competence. (*) dengan mata menyala garang si polisi cepek berteriak serak memerintah pengemudi lain agar memberi jalan kendaraan yang dia jokiin, hanya dengan imbalan uang Rp 1000 atau Rp 2000, tanpa ragu dan rasa takut dia akan menendang kendaraan yang tak mematuhi perintahnya

Minggu, 26 Maret 2017

Marga atau Suku

Marga atau Suku merupakan indentitas suatu etnis, disamping beberapa etnis yang ada di pulau Sumatra, Papua, Maluku dan Sulawesi hampir sebagian besar etnis-etnis yang ada di Inonesia tidak mencantumkan nama marganya, ini bisa tidak diangab perlu seperti etnis Minang atau memang etnis tsb tidak punya marga seperti etnis Jawa, Sunda, Melayu, Aceh dsb, di pulau Sumatra hanya etnis Batak dan Minanglah yang punya marga atau suku, cuma bedanya : pada etnis Batak marga harus dicantumkan di belakang nama, Minang tidak, pada etnis Batak marga diturunkan dari bapak ke anak (patriakat) Minang tidak, pada etnis Minang suku diturunkan dari mamak atau saudara laki-laki si ibu (matriakat) dan yang lebih tak kalah menariknya lagi etnis Batak sangat terikat dengan marganya, sedangkan Minang tidak terlalu, etnis Minang lebih terikat pada kampungnya, ini dapat digambarkan dengan banyaknya lagu-lagu melankolis yang bertemakan "kampung", salah satunya "kampuang den jauah di mato". Suku atau marga dapat mengambarkan daerah asal atau orientasi politik atau kebanyakan pekerjaan atau agama nenek moyang suku tsb, misal suku Malayu di Minangkabau bisa jadi nenek moyang mereka berasal dari Melayu Jambi atau Riau , Sumatra Barat dikelilingi oleh propinsi-propinsi yang penduduknya mayoritas dari etnis Melayu, malah ada yang mengatakan "orang Minang itu orang Melayu yang memisahkan diri dari induknya Melayu" atau sebaliknya, tapi yang pasti pada ekspedisi Pamelayu I etnis Minangkabau belumlah dikenal, raja Singosari justru menemui raja Melayu Dharmas Raya (sekarang dalah satu kabupaten di pedalaman Sumbar), ada juga yang mengatakan Minangkabau itu berasal dari Minanga yang terletak diantara dua hulu sungai di kabupaten Kampar Riau (Muara Takus) sekarang ini, Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, pada tahun 682 Dapunta Hyang bertolak dari Kerajaan Minanga dengan membawa 20.000 tentara kearah selatan lalu mendirikan Kerajaan Sriwijaya. Dengan demikian pusat kerajaan berpindah ke wilayah muara sungai Musi atau Palembang sekarang. Walaupun sama-sama berasal dari suku pengembara dari India atau Asia Tengah, dan hidup di pulau yang sama, tapi secara karacter kedua etnis ini sangatlah berbeda, mungkin karena etnis Minang lebih banyak dipengaruhi oleh budaya Melayu. Ada beberapa marga di Sumbar dan Batak yang mempunyai nama yang sama, kalau ditelusuri ternyata mereka masih betkerabat seperti suku Tanjung atau Panai. Pasca perang Padri ada beberapa daerah Minang yang tidak mau lagi mengunakan garis keturunan matriakat seperti beberapa daerah di Riau, Rokan, Rawo dsb. Walau Rawo ini sampai sekarang masih masuk propinsi Sumbar, pasca perang kebanyakan dari mereka berhijrah ke Semenanjung Malaya, ada puluhan ribu turunan mereka di Malaysia
Bersambung

Kelilit Hutang

Nabi besar kita Muhammad SAW pernah bersabda hal betapa ketakutan dan terhinanya kondisi orang-orang yang terlilit hutang, kalau tidak perlu-perlu amat hindarilah hutang, lebih-lebih hutang berbungga dan disertai dengan syarat-syarat yang memberatkan kehidupan kita dan kehidupan anak-cucu kita nantinya. "Siang ketakutan dan malam terhinakan, makan tak enak, tidurpun tak nyenyak". Kondisi negara yang terlilit hutang ya...kira-kira mirip kepala keluarga atau suami yang terlilit hutang, akan ada letupan-letupan di dalam kehidupan keluarga tsb, istri akan menyalahkan sang suami kenapa mesti berhutang sama si anu? Kenapa tidak lebih giat bekerja agar hutang tsb cepat terlunasi, kondisi anak-anak mereka tak jauh berbeda dengan kondisi orang tuannya "mereka tertekan, malu dan prustrasi", bisa-bisa anak gadisnya pun akan dimintai untuk diperistri si pemberi hutang. Emang benar pembangunan butuh biaya dan sumber dana yang besar dan gampang hanyalah lewat hutang, Amerika aja negara kaya dan besar hutangnya malah bejibun. Kita tidak bisa menyamain negara kita dengan Amerika, Amerika negara kuat dan jagoan, dengan sedikit gertakan Saudi atau Jepang akan segera melunak, perlakuan ini bisa saja dilakukan Amerika ketika merasa tertekan waktu kedua negara kriditor ini mencoba mendesak Amerika agar segera melunasi hutang-hutangnya, sedikit provokasi pada Korea Utara akan membuat Jepang mengemis perlindungan meliter pada Amerika, dengan ancaman kekacauan di Saudi akan membuat Saudi menunda tuntutannya. Sementara Indonesia tidak punya kekuatan untuk nego dengan China, malah China lah yang akan selalu mengertak Indonesia. Jika kita bersabar sedikit aja, tentu biaya tsb bisa negara kumpulkan tanpa berutang kesana-sini, bermodalkan sumber daya alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak, yakinlah kita akan bisa mandiri, membangun dengan uang sendiri

Selasa, 14 Maret 2017

Panggung Sandiwara

Demokrasi itu hanyalah ilusi, fotomorgana, yang memanfaatkan keiklasan dan kepolosan rakyat banyak, rakyat hanya dimanfatkan untuk memperoleh dukungan politik saat pemilu setelah itu cendrung dilupakan, persis sama dengan para calon selebritis yang memanfaatkan dukungan para penonton di acara-acara kuis atau acara para calon bintang yang diadakan oleh TV - TV. Trias Politika hanyalah jargon tanpa makna, yang berkuasa bukanlah legislative, yudikative ataupun eksekutive apalagi rakyat jelata, kenyataanya yamg berkuasa adalah koloberasi antara ketua - ketua partai dan para pemilik modal atau konglomerate, saling sandra, sandiwara ancam - mengancam, jebak - menjebak merupakan hal yang biasa, ini mereka lakukan hanya sekedar untuk menaikan posisi tawar, sepertimya kekuasaan pemilik modal takkan pernah berakhir walaupun rezim rekanannya tumbang atau digantikan oleh para penguasa lainnya, baik lewat pemilu yang sangat demokratis ataupun lewat cara lain, reformasi maupun revolusi sekalipun. "Rakyat tetaplah rakyat yang selalu ikhlas dan pasrah"