Kamis, 08 September 2016

Quality Control oleh Syafrudin Sabirin



Dalam industri yang masih kecil, organisasi pengendalian mutu biasanya tidak diatur secara formal. Pemilik masih mampu dengan mudah mengamati operasi pembuatan produk, mengamati mutu produk akhir, mengamati mutu raw material (komponen) yang dibeli dan sebagainya. Adakalanya tanggung jawab mutu diserahkan pada pekerjanya hal ini dapat kita amati pada industri kecil misalnya saja industri garmen rumahan. akan tetapi apabila pabrik sudah besar, maka kesempatan mengawasi hal tersebut tentu akan sangat jarang. Tetapi pengendalian terhadap kualitas tetap penting bahkan yang terpenting untuk menjaga kepercayaan konsumen.

Untuk itu perlu dibentuk bagian Quality Control untuk mengawasi mutu dari produk mulai dari bahan bakunya sampai ke produk jadinya. Sementara ini hal tersebut sudah cukup, tetapi untuk kondisi sekarang ini untuk bertahan (survival) saja sudah tidak cukup lagi. Pengusaha tersebut harus menerapkan Statical Proces Control (SPC) agar dapat bersaing dengan indutri sejenis.

Pengendalian mutu statistik didasarkan pada hukum-hukum probilitas dan dapat digambarkan sebagai suatu sistem pengendalian mutu produksi dalam batas-batas yang ditentukan dengan mengunakan suatu prosedur penarikan contoh dan analisa terus-menerus atas hasil-hasil pemeriksaan.

Bila digunakan pada tempat-tempat kunci (kritis), pengendalian mutu statistik memungkinkan untuk menetapkan apakah suatu proses manufacturing yang ditentukan mampu atau tidak mengeluarkan produk-produk dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Sistem ini tidak hanya memberikan informasi ini saja tetapi juga dapat menyediakan batas-batas pengendalian dimana operasi dapat dihentikan, sebelum diproduksi barang yang tidak baik. Jadi pengendalian mutu statistik memungkinkan untuk permulaan menetapkan kemampuan dari suatu proses manufacturing dan mengadakan pengendalian yang diperlukan sehingga operasi-operasi dapat dikoreksi terhadap keausan perkakas secara berlebihan, berubahnya bahan baku secara berlebihan. Penjelasan selanjutnya akan kita bahas pada bagian " Tools untuk Menajemen Mutu".

Sangatlah sulit untuk mendefenisikan mutu (quality), karena mutu suatu produk tergantung pada penglihatan seseorang, mutu sifatnya relatif. Orang baru bisa menilai mutu suatu produk jika orang tersebut sudah bisa melihat, meraba kadang-kadang mendengar suara dari produk tersebut dan kadangkalanya juga tergantung pada pengalaman orang tersebut terhadap produk yang dinilai. Agar jangan membingungkan disini penulis akan memaparkan beberapa beberapa pengertian (defenisi) dari mutu oleh para ahlinya.

Mutu dimulai dengan design suatu produk sesuai dengan spesifikasi pelanggan. Sedangkan kwalitas menyangkut penetapan standar ukuran, penggunaan bahan yang tepat, pemilihan proses manufacturing yang cocok, penggunaan produk oleh pelanggan dan umpan balik dari pelanggan untuk dipergunakan dalam setiap design ulang produk yang diperlukan. Tingkat pengendalian mutu di dalam suatu organisasi dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain :

1. Tingkat keselamatan yang tinggi, misalnya industri pesawat.
2. Kegentingan mutu dalam industri makanan dan farmasi.
3. Kerumitan / presisi dari manufacturing.
4. Permintaan pelanggan.

Untuk pelanggan berupa produsen (produk tersebut akan diolah lagi), mutu juga berarti delivery time yang tepat, ketersediaan produk sesuai dengan jumlah yang diminta, keandalan produk, ada kalanya harga juga berpengaruh. Bagi produsen sendiri mereka mendapatkan profit (keuntungan).

Sedangkan pengertian quality (mutu) adalah " Produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan permintaan pelangan atau dengan kata lain bisa memuaskan konsumen". Cotrol menurut Deming adalah suatu proses membuat kebijakan dengan mengikuti pola siklus PDCA, antara lain :
1. Menentukan masalah (critical or urgen problem) yang akan diselesaikan dan mencoba menentukan kemungkinan penyebab.
2. Melakukan rencana yang telah dibuat untuk menyelidiki penyebab masalah tersebut.
3. Menganalisa data yang didapat dari percobaan (experiment).
4. Menyaring hasil analisa data dan kemudian membuat standarnya sebagai pedoman kerja selanjutnya, sebagai corection dan untuk pencegahan. Setiap pengulangan siklus ini mempunyai derajat yang lebih tinggi dari sebelumnya baik dari segi mutu ataupun segi kuantitas.

Tingkatan mutu untuk memuaskan pelanggan ditentukan oleh beberapa factor antara lain : fungsi, wujud luar, biaya dari produk atau jasa, untuk faktor fungsi dapat dilihat dari spesifikasi produk atau jasa seperti keguanaanya, tahan lamanya, mudah tidaknya perawatan, kepercayaan untuk produk ; wujud luar seperti estetika dan ergonomisnya ; factor harga seperti hotel yang mahal bisa tidak bermutu jika pelayanannya tidak memuaskan.

Penyebab variasi mutu suatu produk

Bagian yang penting dari total quality strategi adalah management proses. Proses adalah kombinasi yang unik dari mesin, tools, method, material dan people didalam produksi.
Secara garis besarnya mutu suatu produk dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain : mutu material yang bervariasi, kemampuan mesin yang digunakan, keterampilan pekerja dan method yang digunakan (lihat ilustrasi dibawah ini). Hasil pengukuran yang dipakai untuk penentuan mutu barang nilainya berubah-ubah antara batch yang satu ke bach yang lain, meskipun kondisi proses dapat diusahakan sama.
Ada beberapa hal yang menimbulkan variasi produk, yakni ;
1. Bersifat Probalistik, yakni variasi yang terjadi karena kebetulan dan tidak dapat dielakan, biasanya ini disebabkan kemampuan mesin atau operatornya atau penyebab lainnya. Proses dibiarkan tetap berlansung dan tidak akan diganggu jika mutu yang dihasilkan masih dalam toleransi yang diberikan (spesifikasi).
2. Bersifat eratik, yakni variasi yang terjadi tidak menentu dikarenakan hal yang tidak wajar.

Untuk itu perlu dilakukan pengontrolan mutu secara statistik yang dikenal sebagai Staticall Process Contol (SPC).....

Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar