Demokrasi itu hanyalah ilusi, fotomorgana, yang memanfaatkan keiklasan dan kepolosan rakyat banyak, rakyat hanya dimanfatkan untuk memperoleh dukungan politik saat pemilu setelah itu cendrung dilupakan, persis sama dengan para calon selebritis yang memanfaatkan dukungan para penonton di acara-acara kuis atau acara para calon bintang yang diadakan oleh TV - TV. Trias Politika hanyalah jargon tanpa makna, yang berkuasa bukanlah legislative, yudikative ataupun eksekutive apalagi rakyat jelata, kenyataanya yamg berkuasa adalah koloberasi antara ketua - ketua partai dan para pemilik modal atau konglomerate, saling sandra, sandiwara ancam - mengancam, jebak - menjebak merupakan hal yang biasa, ini mereka lakukan hanya sekedar untuk menaikan posisi tawar, sepertimya kekuasaan pemilik modal takkan pernah berakhir walaupun rezim rekanannya tumbang atau digantikan oleh para penguasa lainnya, baik lewat pemilu yang sangat demokratis ataupun lewat cara lain, reformasi maupun revolusi sekalipun. "Rakyat tetaplah rakyat yang selalu ikhlas dan pasrah"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar