Minggu, 26 Maret 2017
Kelilit Hutang
Nabi besar kita Muhammad SAW pernah bersabda hal betapa ketakutan dan terhinanya kondisi orang-orang yang terlilit hutang, kalau tidak perlu-perlu amat hindarilah hutang, lebih-lebih hutang berbungga dan disertai dengan syarat-syarat yang memberatkan kehidupan kita dan kehidupan anak-cucu kita nantinya. "Siang ketakutan dan malam terhinakan, makan tak enak, tidurpun tak nyenyak". Kondisi negara yang terlilit hutang ya...kira-kira mirip kepala keluarga atau suami yang terlilit hutang, akan ada letupan-letupan di dalam kehidupan keluarga tsb, istri akan menyalahkan sang suami kenapa mesti berhutang sama si anu? Kenapa tidak lebih giat bekerja agar hutang tsb cepat terlunasi, kondisi anak-anak mereka tak jauh berbeda dengan kondisi orang tuannya "mereka tertekan, malu dan prustrasi", bisa-bisa anak gadisnya pun akan dimintai untuk diperistri si pemberi hutang. Emang benar pembangunan butuh biaya dan sumber dana yang besar dan gampang hanyalah lewat hutang, Amerika aja negara kaya dan besar hutangnya malah bejibun. Kita tidak bisa menyamain negara kita dengan Amerika, Amerika negara kuat dan jagoan, dengan sedikit gertakan Saudi atau Jepang akan segera melunak, perlakuan ini bisa saja dilakukan Amerika ketika merasa tertekan waktu kedua negara kriditor ini mencoba mendesak Amerika agar segera melunasi hutang-hutangnya, sedikit provokasi pada Korea Utara akan membuat Jepang mengemis perlindungan meliter pada Amerika, dengan ancaman kekacauan di Saudi akan membuat Saudi menunda tuntutannya. Sementara Indonesia tidak punya kekuatan untuk nego dengan China, malah China lah yang akan selalu mengertak Indonesia. Jika kita bersabar sedikit aja, tentu biaya tsb bisa negara kumpulkan tanpa berutang kesana-sini, bermodalkan sumber daya alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak, yakinlah kita akan bisa mandiri, membangun dengan uang sendiri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar