Anak2 Minang (Silungkang) masa saisuak
"Tinggal di ruko, pulang sekolah bantu ayah di toko".
Anak2 Silungkang masa kini :
"Tinggal di komplek atau di rumah, pulang sekolah main internet atau game".
Sebagian besar anak-anak Silungkang yang umurnya pada usia SD atau SMP atau SMA pada tahun 70 an dan 80 an masih beruntung, karena orang tuanya masih mewajibkan anak-anaknya untuk membantu orang tua dalam berdagang, secara tidak langsung orang tuanya mengajari anak-anak cara berkomunikasi dengan berbagai macam karakter manusia disamping keterampilan dagang tentunya.
Kesemua keterampilan ini sangat dibutuhkan di dunia kerja atau bisnis, bisnis apapun yang mereka geluti, mungkin akan sulit untuk menjadi maju jika mereka tidak dibekali keterampilan komunikasi.
Mungkin ada yang berpikir buat apa mendidik seorang anak cara berdagang, toh dia tidak berminat dengan dunia perdagangan, ini pikiran yang salah, " bisnis merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap manusia, setiap memenuhi kebutuhan dasarnya manusia pasti melakukan kegiatan bisnis", kita membeli kebutuhan sehari-hari di mini market berarti kita telah melakukan kegiatan bisnis, orang yang mengerti bisnis pastilah akan membanding-bandingkan beberapa hal, apakah harganya lebih murah? apakah kwalitasnya bagus?
Kita harus menanamkan pada anak2 kita "yang terbaik bagi mereka adalah menjadi bos bagi diri mereka sendiri, bekerja bukanlah pekerjaan yang harus mereka lakukan seumur hidup", suatu saat mereka pasti pensiun atau jika dapat sial " kemungkinan di PHK bisa saja mereka alami, untuk itu mereka mesti diajari seluk-beluk dunia bisnis sejak mereka kecil. Keterampilan ini tidak saja diajarkan pada anak2 laki2, anak perempuan juga mesti diajari, kita tidak tahu apa uang akan terjadi pada waktu mereka dewasa, jika mereka memilki keterampilan dagang tentu mereka tidak akan terlalu panik jika suatu saat ada apa-apa dengan suami mereka kelak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar