Pada masa awal reformasi banyak terjadi PHK, Gus Dur memerintahkan Sekretariat Negara untuk menjadikan lokasi komplek mentri sebagai lokasi pedagang kaki lima, hal ini dilakukan sebagai salah satu terapi darurat untuk mengatasi masalah pengganguran di ibu kota, jalan-jalan depan komplek mentri Kuningan dipergunakan sebagai lokasi pedagang kaki lima, komplek mentri benar-benar menjadi rumah rakyat, pasukan pengawal perumahan komplek mentri sangat bersahabat pada pedagang dan pengunjung, tidak terlihat ketakutan akan keselamatan para mentrinya, sampai-sampai kamar mandi mentri digunakan khalayak sebagai halnya tempat permandian/wc umum, "kapan lagi bisa mandi di rumah mentri, pikir para pedagang"
Ini baru berakhir ketika salah satu pejabat Sekretariat negara zaman Presiden Megawati mengeluh "masak komplek mentri jadi pasar dan banyak tamu para mentri termasuk dubes mesti melewati barisan lapak para pedagang jika ingin berkunjung ke rumah dinas para mentri"


Tidak ada komentar:
Posting Komentar