Minggu, 28 Agustus 2016

Pengelola Toko

Sekitar tahun 2000an saya pernah mengamati sebuah toko fashion di ITC Ambasador - Kuningan, letaknya sangat strategis di hooke lagi, dilayani oleh beberapa orang karyawati yang cekatan, menurut saya ini merupakan toko yang paling rame dibanding toko-toko yang lain walaupun secara umum pusat perbelanjaan yang baru ini masih sangat sepi pengunjung, ternyata pemiliknya jarang ke toko karena dia masih kerja, cuma hari minggu saja dia ke toko, disamping harganya kompetitive pakaian yang dia jual juga berkwalitas tinggi.

Beberapa tahun kemudian saya ketemu seorang pengelola toko bahan kiloan di blok A Tanah Abang, lokasinya kurang strategis di badan los, orangnya kelihatan santai dan tidak ngoyo, sehari-hari kerjanya ngobrol ke sana-kemari walaupun kadang berhasil juga menjual beberapa kilo bahan, daganganya tidak pernah disiram dengan bahan-bahan yang diminati konsumen, terakhir dia ngaku "dia hanya menjalankan dan dia bukanlah pemiliknya, dia hanya orang gajian" bosnya seorang kameramen salah satu PH terkenal di Jakarta dan masih kerabat jauhnya sedangkan istri sang kameramen adalah seorang pemilik salon yang cukup besar, beberapa hari berikutnya toko sering buka-tutup, terakhir ngak buka-buka lagi, terakhir sang kameramen dan istri datang ke toko guna menjual murah semua bahan dan peralatan yang ada di tokonya dan buru-buru kabur menghindari pengelola yang bisa saja nagih service charge yang nungak selama 5 bulan

Ilustrasi yang sangat kontras bukan.......? semoga kita semua dapat mengambil manfaat dari ilustrasi di atas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar