Minggu, 28 Agustus 2016

Melanjutkan Usaha Orang Tua

Generasi pertama biasanya mempunyai daya juang yang lebih, sebagai pionir mereka sadar satu-satunya cara untuk merobah nasib " hanyalah lewat kerja keras dan hidup yang super hemat", mereka berprinsip jika masih bisa dikerjakan sendiri kenapa mesti bayar karyawan yang belum jelas kwalitasnya, kwalitas berarti kecakapan dalam melayani pembeli, kejujuran dan kesetiaan terhadap majikan. Beda dengan anak-anaknya (generasi ke 2 dan ke 3) dikenal sebagai anak atau cucu perantau (Minang) yang sukses, biasanya mempunyai pendidikan yang lebih tinggi dan pergaulan yang lebih luas dibanding generasi sebelumnya. Sudah selayaknya mereka jauh lebih sukses dari pada pendahulu mereka, semuanya sudah mereka punyai, tapi kenyataanya banyak dari mereka sepertinya tidak berkembang, skala usahanya segitu-segitu saja ada kalanya mengalami kebangkrutan, mereka hanya meneruskan usaha yang sudah dirintis oleh orang tua mereka, mereka tidak mengembangkannya, mereka hanya melakukan (persis) apa-apa yang pernah dilakukan oleh orang tua mereka, padahal zaman sudah berobah, cara berbisnis telah berkembang, wajar saja kalah saing dengan perusahaan yang dimiliki non pribumi. Mungkin kita perlu berkaca pada bisnis orang Cina "orang tuanya agen atau sopir bus, anaknya memilik perusahaan oto bus, cucunya punya maskapai pesawat terbang dsb"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar